Perkenalan
k
Cerita ini menceritakan tentang dua sahabat bernama Annas dan Putri. Mereka selalu bersama sejak kecil. Karena memang rumah mereka yang bersebelahan, dan juga sering bermain bersama dari kecil. Setiap hari mereka selalu berangkat sekolah barsama dari sekolah dasar, dimana ada Annas disitu ada Putri. Keluarga Putri sudah menganggap Annas sebagai bagian dari keluarga dan begitu pula sebaliknya. Kedekatan mereka kadang membuat orang lain merasa heran, karena terlalu seringnya mereka terlihat berdua.
Di suatu ketika pagi yang lumayan
sejuk dengan hembusan angin yang berhembus pelan meniupkan beberapa daun yang
jatuh dari pohonnya. Suasana itu sangat terlihat sibuk seperti biasa karena
lalu lalang siswa sedang mengantri untuk makan di kantin dengan segera dan
menikmati jam istirahat yang hanya setengah jam.
Terdengar teriakan-teriakan siswa yang
tidak sabar menunggu makanannya disiapkan. Annas pun segera mencari tempat
duduk setelah mendapatkan pesanan yang begitu sulit didapatkan dan menunggu
beberapa menit. Tempat duduk yang rupanya berada pas di depan jalan menuju
lorong sekolahpun dipilihnya sebagai tempat menyantap makanan yang dia pesan
tadi.
Dengan perut yang lapar dan udara yang
panas membuatnya segera menenggak es jus yang dia beli di kantin bersama
makanan itu. Satu suap demi satu suap ia berkonsentrasi pada makanan
dihadapanya itu. Namun beberapa saat kemudian sudut matanya menangkap sebuah
bayangan yang baru saja keluar dari gerbang menuju ke lororng sekolah. Ada sesosok
makhluk yang cantik tengah kebingungan, dia perhatikan siapa yang baru saja
datang itu.
Rupanya kedatangan gadis itu
membuatnya tidak lagi berkonsentrasi pada makanannya itu. Kini matanya terpaku
pada gadis itu yang terlihat begitu sempurna baginya. Entah apa yang dia
rasakan waktu itu, karena dia hanya diam memperhatian gadis itu tanpa ada
gerakan lain. Beberapa menit berlalu tetapi gadis itu masih saja berdiri disana
tanpak kebingungan. Annas pun beranjak dari mejanya dan menghampiri gadis itu. Dia
pun bermaksud untuk menolong gadis itu, sekalian juga buat berkenalan, saking
semangatnya dia tidak sadar ibu penjaga kantin memanggilnya karena belum bayar.
Gadis itu pun kaget ketika tiba-tiba seseorang yang tidak dikenalnya datang menghampirinya
entah dari mana.
Gadis itu sangat cantik, dengan rambut
lurusnya yang panjang terurai, tingginya kira-kira 160cm, ditambah atasan pake kaos
putihnya yang bertuliskan 'The Girl', terus dengan bawahan rok panjang berenda
sama motif bunga-bunga kecil semakin nambah kesan feminin dia.
“Permisi…” Sapa Annas. Gadis itu hanya
membalas dengan senyuman manisnya. "Ehem, oh iya sorry ada yang bisa gue
bantu?" Sapa Annas dengan dengan sedikit usaha untuk memberikan senyuman
yang tidak kalah dibuat manis.
"Oh iya, gue bermaksud buat pergi
ke ruang kepala sekolah, tapi gue enggak tahu dimana, apa lo mau ngebantu
gue?" Jawab gadis itu kepada Annas. Annas begitu sibuk memperhatikan gadis
itu sampai dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh gadis itu.
"Hey, kenapa lo diam aja? Apa lo
mau ngebantu gue?" Tanya gadis itu sambil menepuk gadis itu hingga mengagetkan
Annas.
"Oh. . . Oh iya, gue mau. Gue
mau, tadi apa yang lo katakan?" Jawab Annas sekenanya.
"Ya ampuuun!! Gue bilang apa lo
mau ngebantu gue? Gue mau nanya bisa enggak lo nunjukin dimana ruang kepala
sekolah, karena…" Belum selesai gadis itu bercerita tiba-tiba dari arah
gerbang ada seorang ibu seumuran sekitar 30’an manggil tuh gadis, terus mendekat
ke arah Annas terus gadis itu.
"Cinta, tadi mama udah bernanya
pada satpam di depan. Ayo kita ke ruang kepala sekolah!" Ajak wanita paruh
baya itu. Wanita itu rupanya adalah ibu dari
Gadis itu pun meninggalkan Annas
sendiri kemudian menuju ibunya yang sudah terlebih dulu pergi. Annas masih
terdiam tanpa bergerak sedikitpun tiba-tiba dari samping, Putri menepuk pundak
Annas.
"Annas, kenapa lo berdiri
sendirian disini?" Sapa Putri yang bingung melihat tingkah sahabatnya itu
yang berdiri didepan koridor sekolah.
"Oh, lo Put, bikin kaget aja sih?
Enggak apa-apa kok. Lo baru dateng sih. Padahal gue udah lama nunggu." Jawab
Annas.
"Sorry, abis gue liat lo melongo
aja kayak orang bego gituh, gue takut lo kenapa-kenapa. Oh ya tadi pak Amir
nyuruh gue ke kantor buat ngambil layar presentasi buat pelajarannya ntar,"
"ya udah, kita balik ke kelas aja yuk? Bentar lagi kan mau bel masuk.” “Oh
ya udah, tapi tungguin gue sebentar ya, gue mau bayar makanan gue dulu."
Abis Annas membayar apa saja yang dia
makan tadi dan mendapatkan sedikit wejangan karena meninggalkan kantin tanpa
permisi oleh ibu penjaga kantin, ia pun bergegas ke kelas karena bel masuk
telah berbunyi.
Di dalam kelas Annas tidak dapat
berkonsentrasi belajar memikirkan siapa gadis cantik yang ditemuinya tadi. Dia membayangkan
‘kenapa gue gak ajak kenalan yah? Bego bego bego’
“Begooo!” Teriak Annas yang didengar oleh
seluruh siswa di kelas itu, sehingga membuat seluruh siswa tertawa kecuali
sahabatnya Putri.
“QUIET CLASS! what do you mean
screaming in my class?” Tegur Mr. Amir dengan logat bahasa inggris yang fasih.
“Annas! Lo dipanggil sama Mr. Amir
tuh!” Kata salah satu murid di sana.
“Yes Mr!”
“This is not the place to shout. If
you want to shout, please get out of my class!”
“I’m sorry Mr. I wont do it again.”
Jawab Annas menyesal dan membereskan duduknya. Selang beberapa lama terdengar
ada yang mengetuk sedang pintu.
"Assalamu'alaikum, mohon maaf Mr.
Amir mengaggu sebentar, boleh saya minta waktu, ada pengumuman sedikit,"
Rupanya itu adalah kepala sekolah, "anak-anak hari ini kalian mendapat
teman baru, Cinta kesini!" Lalu masuklah gadis yang tidak lain adalah
gadis yang sedang Annas fikirkan. "Cinta perkenalkan siapa kamu kepada
teman-teman di kelas."
"Baik pak, kenalkan nama saya
Cinta N. Kartini. Saya siswa pindahan dari Semarang." Kata gadis itu.
"O.K. Cinta, sit down please. You
can sit with Putri." Kemudian kepala sekolahpun pergi meninggalkan kelas,
dan kelas kembali dimulai.
"Cinta duduk disini, perkenalkan
nama gue Putri." Sambil
mempersilahkan gadis itu duduk.
"Cinta, terima kasih Putri."
Duduk dan menghadap ke depan untuk melanjutkan pelajaran.
" O.K. class.
Let's continue our lesson. And for love, you can see the notes belonging to the
Princess. All right, the verb or verb it depends on the pattern of the sentence
or its tense form..." Setelah bel istirahat kedua berbunyi, Cinta mengajak Putri keluar untuk pergi ke kantin
sambil nanya-nanya pelajaran yang sudah tertinggal.
Sepulang sekolah seperti biasa Annas mengajak
Putri pulang bersama, namun Putri sedang bicara dengan Cinta. Setelah melihat keduanya
berpisah karena Cinta dijemput ibunya, Annas pun mendekati Putri.
"Put, kita pulang bareng yuk!” Ajak
Annas.
“Ayok!” Jawab Putri.
“Oh yah, tadi gue liat lo lagi ngobrol
sama Cinta, emang ngobrolin apaan sih?"
"Oh. . . Tadi yah? Kepo banget
sih lo. Jadi tadi tuh Cinta cuma nanya soal pelajaran aja kok. Emangnya napa?"
Tanya Putri.
"Oh gituh yah. Hmm nggak apa-apa
kok. Ayo pulang." Sambil menggandeng tangan Putri dan berjalan berdua
menuju keluar gerbang sekolah, kemudian menghilang diantara siswa-siswa yang
sedang berlalu lalang pulang ke rumah masing-masing dengan aktifitas mereka yang
berbeda-beda.
***
(to be continued)
(to be continued)

karya pertama.. masih jauh dari harapan katanya.. udah terlalu biasa dipasaran temanya.. kurang menjual..
BalasHapus