Persahabatan Berubah Menjadi Cinta (Cerita Cinta Annas)


(sumber gambar : http://eriantis.blogspot.com/2013/03/just-friend-serious.html)
Perkenalan
k

Cerita ini menceritakan tentang dua sahabat bernama Annas dan Putri. Mereka selalu bersama sejak kecil. Karena memang rumah mereka yang bersebelahan, dan juga sering bermain bersama dari kecil. Setiap hari mereka selalu berangkat sekolah barsama dari sekolah dasar, dimana ada Annas disitu ada Putri. Keluarga Putri sudah menganggap Annas sebagai bagian dari keluarga dan begitu pula sebaliknya. Kedekatan mereka kadang membuat orang lain merasa heran, karena terlalu seringnya mereka terlihat berdua.
Di suatu ketika pagi yang lumayan sejuk dengan hembusan angin yang berhembus pelan meniupkan beberapa daun yang jatuh dari pohonnya. Suasana itu sangat terlihat sibuk seperti biasa karena lalu lalang siswa sedang mengantri untuk makan di kantin dengan segera dan menikmati jam istirahat yang hanya setengah jam.
Terdengar teriakan-teriakan siswa yang tidak sabar menunggu makanannya disiapkan. Annas pun segera mencari tempat duduk setelah mendapatkan pesanan yang begitu sulit didapatkan dan menunggu beberapa menit. Tempat duduk yang rupanya berada pas di depan jalan menuju lorong sekolahpun dipilihnya sebagai tempat menyantap makanan yang dia pesan tadi.
Dengan perut yang lapar dan udara yang panas membuatnya segera menenggak es jus yang dia beli di kantin bersama makanan itu. Satu suap demi satu suap ia berkonsentrasi pada makanan dihadapanya itu. Namun beberapa saat kemudian sudut matanya menangkap sebuah bayangan yang baru saja keluar dari gerbang menuju ke lororng sekolah. Ada sesosok makhluk yang cantik tengah kebingungan, dia perhatikan siapa yang baru saja datang itu.
Rupanya kedatangan gadis itu membuatnya tidak lagi berkonsentrasi pada makanannya itu. Kini matanya terpaku pada gadis itu yang terlihat begitu sempurna baginya. Entah apa yang dia rasakan waktu itu, karena dia hanya diam memperhatian gadis itu tanpa ada gerakan lain. Beberapa menit berlalu tetapi gadis itu masih saja berdiri disana tanpak kebingungan. Annas pun beranjak dari mejanya dan menghampiri gadis itu. Dia pun bermaksud untuk menolong gadis itu, sekalian juga buat berkenalan, saking semangatnya dia tidak sadar ibu penjaga kantin memanggilnya karena belum bayar. Gadis itu pun kaget ketika tiba-tiba seseorang yang tidak dikenalnya datang menghampirinya entah dari mana.
Gadis itu sangat cantik, dengan rambut lurusnya yang panjang terurai, tingginya kira-kira 160cm, ditambah atasan pake kaos putihnya yang bertuliskan 'The Girl', terus dengan bawahan rok panjang berenda sama motif bunga-bunga kecil semakin nambah kesan feminin dia.
“Permisi…” Sapa Annas. Gadis itu hanya membalas dengan senyuman manisnya. "Ehem, oh iya sorry ada yang bisa gue bantu?" Sapa Annas dengan dengan sedikit usaha untuk memberikan senyuman yang tidak kalah dibuat manis.
"Oh iya, gue bermaksud buat pergi ke ruang kepala sekolah, tapi gue enggak tahu dimana, apa lo mau ngebantu gue?" Jawab gadis itu kepada Annas. Annas begitu sibuk memperhatikan gadis itu sampai dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh gadis itu.
"Hey, kenapa lo diam aja? Apa lo mau ngebantu gue?" Tanya gadis itu sambil menepuk gadis itu hingga mengagetkan Annas.
"Oh. . . Oh iya, gue mau. Gue mau, tadi apa yang lo katakan?" Jawab Annas sekenanya.
"Ya ampuuun!! Gue bilang apa lo mau ngebantu gue? Gue mau nanya bisa enggak lo nunjukin dimana ruang kepala sekolah, karena…" Belum selesai gadis itu bercerita tiba-tiba dari arah gerbang ada seorang ibu seumuran sekitar 30’an manggil tuh gadis, terus mendekat ke arah Annas terus gadis itu.
"Cinta, tadi mama udah bernanya pada satpam di depan. Ayo kita ke ruang kepala sekolah!" Ajak wanita paruh baya itu. Wanita itu rupanya adalah ibu dari  
Gadis itu pun meninggalkan Annas sendiri kemudian menuju ibunya yang sudah terlebih dulu pergi. Annas masih terdiam tanpa bergerak sedikitpun tiba-tiba dari samping, Putri menepuk pundak Annas.
"Annas, kenapa lo berdiri sendirian disini?" Sapa Putri yang bingung melihat tingkah sahabatnya itu yang berdiri didepan koridor sekolah.
"Oh, lo Put, bikin kaget aja sih? Enggak apa-apa kok. Lo baru dateng sih. Padahal gue udah lama nunggu." Jawab Annas.
"Sorry, abis gue liat lo melongo aja kayak orang bego gituh, gue takut lo kenapa-kenapa. Oh ya tadi pak Amir nyuruh gue ke kantor buat ngambil layar presentasi buat pelajarannya ntar," "ya udah, kita balik ke kelas aja yuk? Bentar lagi kan mau bel masuk.” “Oh ya udah, tapi tungguin gue sebentar ya, gue mau bayar makanan gue dulu."
Abis Annas membayar apa saja yang dia makan tadi dan mendapatkan sedikit wejangan karena meninggalkan kantin tanpa permisi oleh ibu penjaga kantin, ia pun bergegas ke kelas karena bel masuk telah berbunyi.
Di dalam kelas Annas tidak dapat berkonsentrasi belajar memikirkan siapa gadis cantik yang ditemuinya tadi. Dia membayangkan ‘kenapa gue gak ajak kenalan yah? Bego bego bego’
“Begooo!” Teriak Annas yang didengar oleh seluruh siswa di kelas itu, sehingga membuat seluruh siswa tertawa kecuali sahabatnya Putri.
“QUIET CLASS! what do you mean screaming in my class?” Tegur Mr. Amir dengan logat bahasa inggris yang fasih.
“Annas! Lo dipanggil sama Mr. Amir tuh!” Kata salah satu murid di sana.
“Yes Mr!”
“This is not the place to shout. If you want to shout, please get out of my class!”
“I’m sorry Mr. I wont do it again.” Jawab Annas menyesal dan membereskan duduknya. Selang beberapa lama terdengar ada yang mengetuk sedang pintu.
"Assalamu'alaikum, mohon maaf Mr. Amir mengaggu sebentar, boleh saya minta waktu, ada pengumuman sedikit," Rupanya itu adalah kepala sekolah, "anak-anak hari ini kalian mendapat teman baru, Cinta kesini!" Lalu masuklah gadis yang tidak lain adalah gadis yang sedang Annas fikirkan. "Cinta perkenalkan siapa kamu kepada teman-teman di kelas."
"Baik pak, kenalkan nama saya Cinta N. Kartini. Saya siswa pindahan dari Semarang." Kata gadis itu.
"O.K. Cinta, sit down please. You can sit with Putri." Kemudian kepala sekolahpun pergi meninggalkan kelas, dan kelas kembali dimulai.
"Cinta duduk disini, perkenalkan nama  gue Putri." Sambil mempersilahkan gadis itu duduk.
"Cinta, terima kasih Putri." Duduk dan menghadap ke depan untuk melanjutkan pelajaran.
" O.K. class. Let's continue our lesson. And for love, you can see the notes belonging to the Princess. All right, the verb or verb it depends on the pattern of the sentence or its tense form..." Setelah bel istirahat kedua berbunyi, Cinta  mengajak Putri keluar untuk pergi ke kantin sambil nanya-nanya pelajaran yang sudah tertinggal.
Sepulang sekolah seperti biasa Annas mengajak Putri pulang bersama, namun Putri sedang bicara dengan Cinta. Setelah melihat keduanya berpisah karena Cinta dijemput ibunya, Annas pun mendekati Putri.
"Put, kita pulang bareng yuk!” Ajak Annas.
“Ayok!” Jawab Putri.
“Oh yah, tadi gue liat lo lagi ngobrol sama Cinta, emang ngobrolin apaan sih?"
"Oh. . . Tadi yah? Kepo banget sih lo. Jadi tadi tuh Cinta cuma nanya soal pelajaran aja kok. Emangnya napa?" Tanya Putri.
"Oh gituh yah. Hmm nggak apa-apa kok. Ayo pulang." Sambil menggandeng tangan Putri dan berjalan berdua menuju keluar gerbang sekolah, kemudian menghilang diantara siswa-siswa yang sedang berlalu lalang pulang ke rumah masing-masing dengan aktifitas mereka yang berbeda-beda.
***
(to be continued)

1 komentar:

  1. karya pertama.. masih jauh dari harapan katanya.. udah terlalu biasa dipasaran temanya.. kurang menjual..

    BalasHapus