Sore itu Tuhan memberiku sebuah tugas, yakni: Membawa
seekor siput untuk berjalan-jalan di taman. Aku tak dapat
berjalan terlalu cepat karena siput tak dapat mengikuti jejak
langkah kakiku–dia hanya beralih dengan sedikit. Aku
mendesak, menghardik, dan begitu memarahinya. Siput hanya
memandangku dengan tatapan tak berdaya, meminta maaf,
seraya berkata, “Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga
untuk mengikutimu.”
untuk mengikutimu.”
Aku melihat siput mengucurkan keringat dengan deras sembari
bernapas tersengal. Sungguh suatu hal yang aneh. Mengapa
Tuhan memintaku mengajak seekor siput berjalan-jalan?
Tidakkah Dia tahu seberapa besar rentang jarak langkah kami?
Langit pun menjadi sunyi, membiarkan aku berkeluh kesah
tentang hal itu. Aku membiarkan siput tersebut merayap di
depanku, sembari aku memelankan langkah, dan mencoba untuk
menenangkan hatiku.
menenangkan hatiku.
Tiba-tiba aku mencium harumnya aroma bunga dan baru
menyadari bahwa aku sedang berada di taman bunga. Aku
merasa sejuknya udara yang berasal dari hembusan angin
malam yang demikian lembut. Aku mendengar suara kicauan
burung dan melihat langit penuh dengan bintang yang
cemerlang. Oh? Mengapa dulu aku tak dapat merasakan semua
ini? Barulah aku teringat. Mungkin maksud Tuhan untuk
meminta siput menemaniku berjalan-jalan agar aku dapat
mamahami dan merasa keindahan dari taman ini. Agar aku dapat
belajar untuk mensyukuri setiap berkat-Nya, yang sering aku
anggap lalu di dalam hidup ini. He’s here and with me for one
reason.
Saat engkau bertemu dengan seorang yang mengasihimu,
haruslah engkau berusaha untuk bersamanya, menjaga
hubungan yang baik di sepanjang hidupmu. Karena ketika dia
pergi meninggalkanmu, segalanya terasa terlambat.
Saat bertemu dengan teman yang dapat dipercaya, rukun-rukunlah untuk hidup bersama dengannya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tidaklah mudah untuk ditemukan. Saat bertemu dengan penolongmu, ingatlah untuk bersyukur pada Tuhan atas kehadiran dirinya. Karena melalui hidupnya, Tuhan mengubah hidupmu menjadi jauh lebih baik dari
sebelumnya. Saat bertemu dengan orang yang pernah kaucintai, ingatlah untuk tersenyum kepadanya sebagai ucapan terima kasih. Karena melalui hidupnya, kita dapat mengenal dan mengerti tentang apa arti kata dari “Cinta Kasih.” Saat bertemu dengan orang yang pernah engkau benci, tegur dan sapalah dia dengan senyum hangatmu. Karena melalui hidupnya, kita dapat belajar untuk semakin teguh dan kuat dalam menghadapi hidup ini.
Saat bertemu dengan orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincang dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini kita tak dapat belajar memahami orang lain.
Saat bertemu dengan orang yang pernah diam-diam kau cintai,
berkatilah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah engkau
juga berharap hidupnya menjadi bahagia?
Saat bertemu dengan orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena
ia adalah bagian dari nostalgiamu.
Saat bertemu dengan orang yang pernah bersalah-paham
denganmu, gunakanlah saat tersebut untuk menjelaskannya.
Karena mungkin engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk
menjelaskan.
Dan, saat bertemu dengan orang yang sekarang ini menemanimu
seumur hidup, berterima kasihlah pada Tuhan. Karena
sepenuhnya ia mencintaimu, dan kalian mendapat kebahagiaan
dan cinta sejati.
–Disadur dari berbagai sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar